Saat Guru Melepas Muridnya

Bersyukur aku pada Allah yang telah mempertemukan kita selama tiga tahun ini sebagai guru dan anak didik. Maha suci Allah yang telah memberikan segala sesuatunya sehingga dinamika yang selama ini kita hadapi dan lalui begitu mengesankan. Maha besar Allah yang melalui anak-anak didik memunculkan kesadaran sekaligus semangat untuk tetap berusaha membekali anak didiknya dengan bekal-bekal yang dapat diberikan seorang guru pada anak didiknya. Sholawat dan Salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, para sahabatnya dan kaum keluarganya.

Anak-anakku yang menyedihkanku!

Betapa sedih aku melihat gambaran kepribadianmu melalui sajian-sajian yang kau berikan  saat acara perpisahan. Kalian suguhkan kepada kami rangkaian acara yang penuh nuasa keislaman dan kebangsaan tetapi kau tutup acara itu dengan sajian yang terkesan hura-hura tak tentu arah dengan pakaian yang….., (masya Allah)

Apakah ini yang kalian dapatkan selama ini, lelaki berpakaian bak orang gila, wanita berpakaian bak gadis-gadis yahudi yang mempamerkan aurat dan bentuk tubuh, apa kalian fikir itu hal baik?,  (Naudzubillah summa naudzubillah).

Jika inilah gambaran kepribadian kalian, yang menggambarkan tercampur aduknya nilai yang satu dengan nilai yang lain sehingga kabur batasan antara yang baik dan buruk. Maka dapatlah dipastikan bahwa kelak setelah kau lepas bebas dari madrasah ini, hilanglah sudah madrasah ini di jiwamu, tenggelam didalam hiruk pikuk kehidupanmu sehingga tiada berbekas sedikitpun. Tenggelam seolah-olah aku tidak pernah menyampaikan kepadamu agar kau tetap menjaga diri dan kemurnian akidahmu.

Anak-anakku yang aku khawatirkan!

Ketahuilah bahwa betapa sedih hati ini melepas kalian pergi meninggalkan madrasah ini, bukan hanya karena kebersamaan kita yang harus diakhiri di madrasah ini, tetapi lebih jauh dari itu adalah ketakutan dan kekhawatiranku akan masa depanmu. Kami khawatir dan takut akan keadaanmu setelah ini yang engkau akan menjadi orang-orang yang lemah, lemah dalam ekonomi, lemah dalam keilmuan dan yang paling berbahaya adalah lemah dalam iman.

Anak-anakku yang kusayangi!

Bukanlah aku contoh sukses dalam hidup, bukanlah aku suri tauladan yang cukup, akan tetapi kau ambillah apa yang baik dari diri ini, ikutlah nasehat yang baik, atau jika sulit hatimu menerima, simpanlah is terlebih dahulu dan carilah kebenarannya, karena boleh jadi sekarang ia tak kau sukai, tapi boleh jadi esok lusa berguna pula.

Anak-anakku yang kurindukan!

Betapapun sedih hatiku aku tetap berpesan padamu berusahalah meraih cita-citamu dengan segala daya dan upaya yang Allah berikan dengan tetap berpedoman pada tali agama, jangan gadaikan nilai-nilai agama yang telah diajarkan kepadamu hanya demi kesenangan hati dan selera sesaat. Jangan kalian turutkan bujuk rayu syaitan baik yang bertopengkan harta, kedudukan, gelar dan manusia.

Janganlah suka termakan budi, karena sesungguhnya segala sesuatunya tiadalah ada yang gratis bahkan kepada Allah sekalipun, (dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah).

Bagi anak-anakku yang laki-laki, mantapkanlah hati untuk menambah nilai diri dengan ilmu dan budi, dengan kesabaran dan kesungguhan, dengan ketabahan dan keimanan, hormatilah dan lindungilah suadara muslimahmu, Insya Allah kau akan menjadi lelaki yang perkasa pada masanya nanti. Kelak melalui engkau Allah akan memberikan naungan dan lindungan kepada orang-orang yang kelak menjadi tanggung jawabmu.

Bagi anak-anakku yang perempuan, jawab pertanyaanku: apakah kau ingin menjadi seorang wanita atau seekor betina?. Tidak inginkah kalian dihormati harkat dan martabatmu sebagai seorang muslimah, tidak inginkah engkau jika kelak bila tiba masamu engkau akan bertemu orang-orang yang baik akhlaknya? Atau apakah kau ingin menjadi seseorang yang dikagumi kecantikan wajahnya dan keindahan tubuhnya? Jika itu yang kau inginkan maka kau sama halnya dengan seekor betina. Wanita adalah insan yang tahu menjaga harga diri dan kehormatannya sedangkan betina adalah manusia yang pandai mempertontonkan dan mempamerkan fisiknya, menjual harga dirinya dan menghancurkan kehormatan orang lain.

Akhirya aku memohon ampun pada Allah dan meminta maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang aku miliki, halalkanlah makan dan minumku yang datang melalui kalian. Semoga Allah tetap memberikan rahmat dan pentunjuknya kepada “lentera kecil” ini.

MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI

H.M. Nasir, Lc., MA
Agusman Damanik, MA

Sebagaimana menurut Mufassir kenamaan Manna Khalil Qattân, bahwa Al Quran adalah firman Allah SWT. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dengan berbahasa Arab, tidak ada keraguan padanya, bernilai ibadah dalam membacanya. Dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. Pengertian tentang Al Quran yang dikemukakan oleh Manna Khalil Qattân tersebut, merupakan bentuk penyadaran kepada seluruh umat Islam untuk lebih memahami eksistensi Al Quran di era globalisasi. Era globalisasi yang ditandai dengan era perubahan, kemajuan maupun persaingan telah menghantarkan manusia untuk bersaing di alam arena peningkatan kualitas, loyalitas dan moralitas.

Namun sangat disayangkan, kebanyakan manusia, khususnya umat Islam yang terlibat dalam persaingan tidak berpedoman dengan kitab suci yang telah memuat berbagai strategi pemenangan baik dari aspek teologi sosial, politik, ekonomi dan sebagainya. Sehingga mereka mengalami kekalahan yang ironi dan menyedihkan. Dikatakan ironi dan menyedihkan (Yahudi dan nasrani) sebab lawan persaingannya menggunakan strategi yang bersumber dari rujukan representatif dan dapat dipertanggung jawabkan yaitu Al Qur’anul Karim dibanding kitab-kitab suci yang lain. Pernyataan penulis di atas merupakan renungan bagi kita untuk bergerak bersama membangun generasi Qurani, dengan kata lain, mari kita bangun dari keterninaboboan yang selalu bangga dengan berbagai mimpi tentang kebesaran dan kesombongan menuju “rumah idaman” yang disinari dengan nilai-nilai Al Quran. Adapun cara terbaik membangun generasi Qurani dengan menggunakan rumus 4 M + 1 A yaitu membaca, menghayati, mengamalkan, dan membumikan Al Quran.

Pertama, Membaca
Membaca Al Qur’an memiliki nilai ibadah atau dapat menambah pahala bagi setiap pribadi seorang muslim, yang selalu mencari keridhaan Allah SWT. (Yabtaghmna Fadlan minallâh wa ridhwanâ). Namun untuk meraih tambahan pahala tersebut, seorang muslim harus mampu membaca Al Quran dengan baik dan lebih baik membaca Al Quran dengan baik dimaksud bahwa seorang muslim harus bisa membaca Al Quran minimal sesuai standard metode Iqra’ yang paling dasar (Iqra’ 1, 2, 3, dan 4). Sedangkan maksud membaca Al Quran yang lebih baik, membaca Al Quran dengan menggunakan metode Tajwid bahkan ditambah penggunaan lagu Al Quran sesuai standard penilaian MTQ (lagu Bayati, Soba, Hijaz, Ras, Nahawand, Sika, Ziharkah) dan lain sebagainya.

Terkait dengan pahala yang diperoleh seseorang ketika membaca Al Quran, Nabi Muhammad SAW. bersabda: “Barang siapa yang membaca Al Quran, maka baginya sepuluh kebaikan, bukan “Çáã” adalah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf. Hadits Nabi di atas, membedakan motivasi konstruktif bagi setiap muslim untuk lebih memperbanyak membaca Al Quran, selain bernilai ibadah, juga dapat menjadi obat penawar bagi hati seorang muslim yang dirundung kegelisahan menghadapi problematika kehidupan. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat alIsra’ ayat 82 : “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Kedua, Menghayati
Menghayati dapat diartikan memahami makna terdalam dari Al Quran. Dimulai dari mengetahui arti ayat yang dibaca, kemudian memahami isi kandungannya. Dengan mengetahui arti ayat yang dibaca, maka seseorang akan membaca dengan penuh kekhusu’an. Sebab ia terhanyut dan terikut dalam rangkaian arti ayat-ayat Al Quran tersebut. Pada akhirnya, menghantarkan seseorang untuk menjadikan Al Quran bacaan harian dalam mengisi “ruang rindu” kehidupan. Sebaliknya, seseorang yang tidak mengetahui arti ayat yang sedang dibaca, laksana keledai membawa berbagai bentuk buku-buku di atas punggungnya. (Kalhimâru yahmi asfârôn) namun tetap diberi pahala oleh Allah Swt. Adapun memahami isi kandungan Al Quran mengetahui secara mendasar ilmu tentang Al Quran, baik mengenai ayat-ayat Makkiyah dan Madaniah, asbab alnuzul, al nasikh wal mansukh dan lain sebagainya. Penguasaan keilmuan kita tentang Al Quran akan mengokohkan keyakinan kita tentang kebenaran Al Quran sebagai panduan dalam kehidupan. Namun dalam hal penguasaan ilmu tentang Al Quran dapat dihitung jari jumlahnya, kendatipun demikian paling tidak kita mengetahui arti ayat Al Quran yang kita baca.

Ketiga, Mengamalkan
Nabi Muhammad SAW. tidak saja memerintahkan kepada umatnya untuk membaca dan menghayati Al Quran, lebih dari itu Nabi menyuruh kepada umatnya untuk mengamalkan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan. Terkait dengan pengamalan isi kandungan Al Quran, seorang muslim sejati akan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kekasihnya (Allah) daripada orang lain (selainnya). Dengan demikian, pedagang muslim yang mengamalkan Alquran selalu menjauhi perbuatan curang dan zalim. Pemimpin muslim yang mengamalkan Alquran selalu menjauhi sifat khianat dalam menjalankan agenda pemerintahannya. Bahkan da’i muslim Qurani akan tetap istiqamah untuk tidak berlaku munafiq dalam menyampaikan dakwahnya, sehingga Alquran yang dibaca tidak melaknat si pembaca itu sendiri, Nabi Saw. bersabda : “Betapa banyak pembaca Alquran, sedangkan Alquran itu sendiri melaknatnya”. (Al Hadits).

Keempat, Membumikan
Membumikan Al Quran merupakan integrasi dari membaca, menghayati dan mengamalkan Al Quran. Membumikan berarti adanya kontinuitas untuk mengamalkan sekaligus mensyiarkan Al Quran dalam kehidupan, baik dengan mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) maupun Musabaqah ‘Amalul Quran (MAQ). Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah satu sarana untuk mensyiarkan Islam dan meningkatkan kualitas pengetahuan generasi muslim tentang Al Quran yang terdiri dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Musabah Khattil Quran (MKQ) dan lain sebagainya. Namun musabaqah yang seyogyanya disosialisasikan adalah Musabaqah ‘Amalul Quran) (MAQ), yakni perlombaan untuk mengamalkan Al Quran dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, politik, ekonomi maupun teknologi, walaupun selalu dihadapkan dengan pembunuhan dan kurungan budaya.

Penutup
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Alquran merupakan subjek sekaligus objek. Alquran merupakan subjek dalam arti dia dapat merobah moralitas manusia dan menghidupkan jiwa yang mati sehingga menjadi generasi Qurani yang didambakan. Alquran merupakan sebagai objek bukan hanya untuk diperlombakan tetapi dia harus dibumikan, dan upaya untuk mencapai ke arah itu paling tidak mengamalkan. Rumus 4 M + 1 A (Membaca, Menghayati, Mengamalkan dan Membumikan Alquran).Wallahua’lam

Penulis : Ketua Panitia MTQ antar Perguruan Tinggi se-Sumut.
Koordinator Bidang Tilawah MTQ antar Perguruan Tinggi se-Sumut.

Dikutip oleh Mr. Suyadi dari:
http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=17558

Mengapa Harddisk Perlu Dipartisi?.

Mengapa Hardisk sebaiknya di partisi ?
Kategori Hardware, Tips & Tricks | 7,196 views | 51 Comments
Partisi Hardisk (Disk Partitioning) adalah membagi Hardisk menjadi beberapa bagian, yang biasa disebut dengan istilah Partisi. Pada Sistem operasi windows, biasanya dimulai dengan Drive C:, dan bisa berlanjut sampai Z:. Dengan semakin besarnya ukuran Hardisk, maka Hardisk memang sebaiknya di partisi menjadi beberapa bagian.

Apa saja manfaat kita mem-partisi Hardisk ? Berikut selengkapnya.

Maksud (manfaat) dari Mem-partisi Hardisk :
Memisahkan antara file-file sistem operasi dan Data atau dokumen. Meski bisa saja menjadi satu, tetapi dengan dipisahkan akan lebih aman dan mudah pengaturannya.
Sebagai tempat Virtual Memory untuk Sistem operasi. Seperti misalnya pada Linux
Menjaga agar lokasi program yang digunakan atau data saling berdekatan. Hal ini selain mempercepat eksekusi program juga lebih efisien.
Digunakan untuk booting atau menjalankan Sistem Operasi lebih dari satu, misalnya Windows XP, Windowx 7, Linux, Mac OS X dan lainnya.
Melindungi atau memisahkan file-file untuk mempermudah recovery data ketika sistem rusak. Karena jika satu partisi rusak, partisi lain tidak akan terpengaruh sehingga data masih bisa di selamatkan.
Meningkatkan keseluruhan performa (kinerja) komputer pada sistem yang disana file system kecil lebih efisien. Misalnya pada tipe File system NTFS ( bawaan windows XP, 2003, Vista dan Windows 7), ukuran Hardisk yang besar akan mempunyai Master File Table (MFT) yang lebih besar sehingga waktu akses juga lebih lama dibanding MFT yang lebih kecil.

Untuk cara pembagian hardisk, bisa membaca artikel saya sebelumnya Tips Mengatur Pembagian (Partisi) Hard disk

Master Table File (MFT) merupakan lokasi yang menyimpan berbagai atribut file, direktory dan keterangan lain tentang file sistem NTFS yang biasa disebut dengan Metafiles. Berbagai atribut tersebut dikenal dengan istilah Metadata. Atribut yang disimpan bisa berbagai macam, seperti misalnya : nama file, lokasi file, ukuran dan perijinan file.

Beberapa software gratis yang dapat digunakan untuk mempartisi Hardisk antara Lain Easeus Partition Manager, Partition Wizard Home Edition, GParted dan lainnya. Juga bisa melihat Paragon hardisk Manager 8.5

oleh ebsoft

Referensi
http://en.wikipedia.org/wiki/Disk_partitioning

Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke-64

Aku Cinta Padamu
Bagaimana caraku menunjukkan bahwa aku masih cinta padamu?.
Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku masih sayang padamu?.
Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku merinduimu sebagai tempat aku dilahirkan?.
Bagaimana aku menunjukkan padamu aku ingin engkau menjadi tempat berteduh dikala senja?.
Bagaimana aku tunjukkan bahwa andai tiba masaku nanti, aku ingin engkau menjadi tempat bagiku untuk menutup mata?.

Rayuan Pulau Kelapa

Indonesia Tanah Air Beta

Indonesia Pusaka

Ya Allah ya tuhanku karuniakanlah aku dan keturunanku dengan sesuatu yang dapat menjaga agamamu dan negeriku ini, Amin ya robbal alamin.

ICS Pada Linux

It’s very simple to masquerade (internet connection sharing in Windows language ) on Linux with a few lines of iptables and ip_forward commands.

First of all you have to flush and delete existing firewall rules.

So flush rules by typing in terminal:

iptables -F
iptables -t nat -F
iptables -t mangle -F

Now delete these chains:

iptables -X
iptables -t nat -X
iptables -t mangle -X

Now it’s time to save the iptables rules so type:

service iptables save
service iptables restart

Now all rules and chains have been cleared!

Check it in /etc/sysconfig/iptables which has all default rules set to accept.

Now open /etc/rc.d/rc.local and insert the line:

echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

And then save and close the file.

Now asuming that your internet interface is eth0, type:

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
service iptables save
service iptables restart

Note: check if iptables is set to start during boot up.

Or check the status of your iptables service:

chkconfig –list iptables

If level 5 is on then it’s ok othewise start the service at level 5 or level 2345.

copy from: http://www.howtoforge.com/internet-connection-sharing-masquerading-on-linux

Kasihnya Ibu

Mngkin kita tidak pandai menunjukkan kasih dan sayang kita pada ibu, ayah dan saudara termasuk saya juga. Dulu ibu saya (saya memanggil ibu saya dengan sebutan “Mak”) sering menyanyikan lagu “Kasihnya Ibu” untuk mengiringi tidurku sehingga sekarang saya masih ingat lagu tersebut. Jika para pembaca ingin medengarkkan lagu tersebut dapat mendownload pada   Kasihnya Ibu