Jangan Tersenyum kepada Orang Buta Jangan berbisik kepada orang tuli.

Oleh Eko Praset

Dua kalimat tersebut saya simak dari seorang dai terkenal di forum pengajian. Dua kalimat tersebut dilontarkan sebagai perumpamaan tentang hal yang mubazir. Saya lebih menganggapnya sebuah pesan mendalam. Yakni, konsisten.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV (2008), konsisten masuk dalam kelas kata sifat. Ada dua pengertian. 1. tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek. 2. selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dng ucapan.

Berkaitan dengan konsisten, negeri yang ”katanya” gemah ripah lohjinawi ini mengalami krisis moral yang begitu akut. Salah satunya, tumbuh suburnya sifat tidak konsisten alias inkonsisten. Contohnya cukup banyak. Sebut saja, kasus Gayus Halomoan Tambunan. Pegawai golongan III A itu terseret kasus makelar kasus (markus) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Negara dirugikan puluhan miliar rupiah. Diinkasi, kasus semacam ini sudah ”membudaya” di instansi tersebut. Ironis!

Saya sangat prihatin sekaligus geram dengan mencuatnya kasus itu, yang diekspos besar-besaran oleh media. Slogan ”Orang Bijak Taat Pajak” seakan-akan dikebiri oleh koruptor macam Gayus. Kegeraman itu mungkin juga dirasakan oleh banyak wajib pajak lainnya. Wajar jika kasus tersebut memunculkan plesetan ”Orang Pajak Makan Pajak.”

Tak bisa dimungkiri, kasus Gayus bisa jadi hanya ”kelas teri”. Seorang jurnalis senior dan pengamat ekonomi bahkan pernah mengatakan bahwa mungkin saja ada kasus semacam Gayus yang dapat dikatakan ”kelas hiu”, bahkan ”kelas paus”.

Kasus Gayus sebenarnya merupakan tamparan telak bagi pemerintah. Betapa tidak, pemerintah bisa disebut gagal dalam mengemban amanah rakyat: konsisten. Baik konsisten dengan janji saat kampanye pilpres maupun janji memberantas habis korupsi.

Konsisten seolah menjadi endemi di negeri yang ”katanya” kaya dan subur makmur ini. Ketika banyak orang berlomba-lomba untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin, mereka menawarkan aroma sedap kampanye: konsisten dalam memegang komitmen.

Sayang, tak ada hitam di atas putih alias tak ada surat kontrak janji. Andai itu ada dan diberlakukan, kita sebagai rakyat tentu bisa menagih konsisten yang pernah ditawarkan saat kampanye, baik pilpres maupun pilkada. Yang ada saat ini adalah banyak pemimpin berusaha ngeles alias mencari-cari alasan untuk menjaga image.

Sebuah pelajaran mungkin bisa diambil dari kisah khalifah Umar bin Khattab. Dia dikenal sebagai pemimpin yang jujur dan mau turba (turun ke bawah) untuk melihat kondisi riil rakyatnya.

Dalam suatu kisah mahsyur, Umar diceritakan pernah memanggul gandum untuk diberikan kepada wanita yang anaknya kelaparan. Wanita itu memasak batu dalam kuali untuk menenangkan anaknya yang menangis karena lapar yang amat sangat. Kejadian tersebut diketahui Umar.

Hati kecil Umar sebagai pemimpin gerimis melihat pemandangan itu. Dia bersikap gentle dan konsisten dengan tanggung jawabnya sebagai khalifah. Dia berjalan puluhan kilometer menuju rumahnya tanpa diketahui pengawalnya. Dia merasa telah berkhianat jika tak membantu wanita dan anaknya yang lapar tadi. Maka, Umar memanggul karung berisi gandum untuk diberikan kepada wanita tadi.

Ketika melihat wanita tadi memasak gandum dan melihat anaknya makan dengan lahap, Umar sedih dan terharu. Dia berkata bahwa tugas sebagai pemimpin sangat berat. Sebab, seorang pemimpin harus tahu dan peka tentang apa yang dialami oleh rakyatnya.

Maka, ketika Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khattab, hendak dicalonkan sebagai pemimpin, Umar dengan tegas menolaknya. ”Cukup satu Umar saja dalam keluarga ini yang menjadi pemimpin. Sebab, tugas pemimpin itu sangatlah berat,” ucap Umar.

Peristiwa tersebut memang telah terjadi ratusan abad yang lampau. Namun, pengalaman Umar itu hendaknya bisa dijadikan cermin tentang pentingnya menjaga sikap konsisten. Terutama, konsisten dengan tugas dan tanggung jawab.

Kasus Gayus bisa dijadikan pelajaran untuk anak didik kita. Setidaknya, kita bisa meramu konsisten sebagai obat mujarab guna menjauhkan diri dari penyakit kronis berbahaya yang bernama korupsi.

Saya berangan-angan, kalau saja pemimpin kita mau bersikap konsisten, tentu kasus Bank Century, kasus Gayus, dan kasus serupa lain tidak akan menjadi benang kusut yang sulit diurai.

Maka, benarlah pesan yang terkandung kalimat jangan tersenyum kepada orang buta dan jangan berbisik kepada orang tuli. Rupanya, kita secara tidak sadar (atau sadar?) kerap melakukan dua hal tadi. Bahaya!

Copy-paste by Mr. Suyadi ATB MANPS From:
http://eramuslim.com/oase-iman/eko-prasetyo-jangan-tersenyum-kepada-orang-buta.htm

Berbagai tips membersihkan/memperbaiki CD-DVD yang tergores

CD atau DVD yang sudah lama kadang mengalami kerusakan di permukaannya, misalnya goresan sehingga susah dibaca lagi. Sebelumnya saya pernah menulis tentang software gratis untuk recovery CD/DVD seperti ini dengan Recovery Toolbox. Tetapi sebelumnya, kita bisa mencoba berbagai tips berikut untuk membersihkan kepingCD/DVD.

Berbagai cara berikut bisa dilakukan, seperti dengan Pasta gigi, Vaseline, Pledge, Brasso atau dengan Pisang dan kulitnya

Sebelum melakukan hal ini, perlu dicek terlebih dahulu bahwa kondisi CD-ROM atau DVD-ROM/RW kita masih bagus, karena CD/DVD-ROM/RW yang sudah lama, kemampuan bacanya akan berkurang. Sehingga bisa jadi kusulitan membaca itu juga karena umurnya sudah lama dan sering sekali dipakai. Untuk memastikan hal ini, bias dicoba di beberapa komputer lain.

Membersihkan goresan CD/DVD dengan Pasta Gigi

Karena hampir semua orang mempunyai pasta gigi, mungkin cara ini yang perlu dicoba pertama kali. Caranya:

  1. Siapkan CD/DVD yang permukaannya tergores baik sedikit atau banyak
  2. Siapkan kain, kapas atau tissu yang lembut
  3. Ambil pasta gigi, oleskan pada kain dan usapkan pada permukaan CD/DVD.
  4. Gosok berulang-ulang dengan lembut sampai terlihat goresannya menghilang atau mulai hilang.
  5. Setelah selesai, bersihkan dengan air kemudian tinggal di test.

Membersihkan dengan Vaseline

Bagi anda yang mempunyai Vaseline, bisa juga digunakan untuk membersihkan atau memperbaiki CD/DVD yang tergores. Caranya mirip dengan pasta gigi. Gunakan kain yang lembut dan oleskan vaseline di kain kemudian bersihkan permukaan CD/DVD yang tergores, ulangi sampai terlihat goresannya hilang atau terlihat bersih.

Membersihkan dengan Pisang

Selain enak dimakan, sedikit pisang dan kulit pisangnya ternyata bisa juga digunakan untuk membersihkan keping CD/DVD yang tergores. Caranya :

  1. Siapkan CD/DVD yang tergores/kotor
  2. Ambil pisang, kupas dan gosokkan pisang di permukaan CD/DVD secara memutar
  3. Seka dengan kulit pisangnya. Bagian lilin dari kulit pisang akan membantu memperbaiki dan membersihkan permukaan CD/DVD
  4. Ambil kain yang bersih dan lembut kemudian bersihkan permuakaan CD-nya dengan gerakan memutar dan tekanan yang ringan, selama 3-4 menit
  5. Setelah selesai bersihkan dengan pembersih kaca jika ada.

Membersihkan dengan Pledge

Pledge yang biasanya digunakan untuk membersihkan furniture atau perabot rumah tangga, bisa juga digunakan untuk membersihkan CD/DVD yang tergores. Caranya sama dengan sebelumnya, semprotkan Pledge di keping CD/DVD kemudian gosok dengan kain yang lembut secara perlahan, sehingga goresan di CD akan tertutupi oleh lapisan lilin.

Membersihkan CD dengan Brasso

Jika berbagai cara diatas tidak berhasil, Brasso bisa dijadikan alternatif. Caranya mirip seperti di atas, gunakan kain yang lembut, kemudian teteskan brasso di kain tersebut. Gunakan untuk mengelap permukaan CD sampai terlihat goresan menghilang atau menjadi halus kembali. Setelah selesai bersihkan dan coba CD tersebut.

Berbagai cara diatas bisa dicoba dan di praktekkan, tetapi untuk CD atau DVD dengan kerusakan yang parah (goresan sangat dalam atau sangat banyak), mungkin tidak akan mudah, meskipun tidak ada salahnya untuk dicoba. Tips ini diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat (ebsoft).

Sumber (referensi):
Recovering Scratched CDs
Save Old, Scratched CDs with Vaseline
Clean a scratched CD or DVD with a banana
HOW TO: Use a banana to fix a scratched CD or DVD
MacGyver Tip: Smooth a scratched DVD with Pledge
Re-surfacing CDs so they work again

Copy-paste by Mr. Suyadi ATB MANPS from:
http://ebsoft.web.id/2010/04/07/berbagai-tips-membersihkan-memperbaiki-cd-dvd-yang-tergores

Apa Kata Pengamat Dunia Pendidikan Binatang?

Alkisah, disebuah hutan antah berantah, berdirilah sekolah baru bagi seluruh warga hutan. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kurikulum lengkap, sehingga diklaim menjadi sekolah standar A+ berdasarkan maklumat dari pemerintahan Raja Hutan. Sebagai sekolah favorit, siswanya tentulah ramai. Ada si bebek, si kancil, si burung elang, sampai si tikuspun bersekolah disini.

Namun ada kegalauan dihati emak si Tikus, semenjak disekolahkan, si Tikus rajin sekali belajar hal baru. Belajar manjat pohonlah, belajar terbang, belajar menggali tanah sampai belajar berenang. Emak si Tikus gak tahan juga, dan akhirnya bertanya,

“Nak, emang disekolah harus belajar gitu segala? ” Tanya emak tikus pada anaknya.

“Iya mak. Disekolah kita diblajari semuanya mak..” Jawab si anak yang lagi belajar terbang.

“Tapi kalo gini, sampai kapanpun kamu gak akan pernah berhasil nak, nilai kamu bakal jelek terus untuk pelajaran berenang, apalagi terbang” timpal emak sedikit resah.

“Habis Kurikulum sekolah mengharuskan kita belajar ini sih mak, jadi mo gimana lagi?” balas menimpali si anak.

“Boleh saja belajar hal yang baru, tapi kamu memiliki kecerdasan hakiki (mengerat) yang harus kamu kembangkan nak..Jangan-jangan karena terlalu banyak belajar hal baru, kamu lupa bagaimana caranya mengerat. Akhirnya apa, kamu tidak memiliki kemampuan cukup karena hasilnya malah setengah semua, terbang gak bisa, mengerat yang jadi keahlianmu pun lupa…” Ungkap emak.

“Benar juga ya mak! Temenku si burung Elang pun sekarang aneh. Dia sering lupa bagaimana caranya terbang karena keasyikan belajar berenang. Keahlian utamanya malah gak berkembang…” Ujar si anak Tikus sembari berhenti dari kegiatannya.

“Ya udah, besok emak bersama orangtua murid akan menghadap komite sekolah, gimana solusinya agar siswa berkembang optimal. Apakah harus menggunakan kurikulum KTSP seperti yang emak denger dari bangsa manusia..” Kata si emak sembari menyiapkan minuman buat si anak.

“KTSP ? Apa lagi tu mak?” Tanya si anak heran.

“KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ciptaan bangsa manusia. Intinya bagaimana mengoptimalkan kecerdasan siswa yang ternyata beragam, majemuk. Meski sama namanya, manusia, tapi mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, tidak ada lagi panggilan bodoh/goblok. Yang ada dia tidak cerdas pada bidang tertentu, tapi cerdas dibidang yang lain…” Jelas si emak.

“Wah, bisa diterapin gak ya mak di negeri hutan? Keknya KTSP bisa jadi solusi untuk mendongkrak kecerdasan hakiki tiap siswa disekolahku mak..”

“Tergantung bagaimana guru mengolah kurikulum tersebut. Lagi pula kita tunggu juga hasilnya, karena KTSP masih setengah jalan. Bangsa manusia sendiri masih kebingungan untuk menerapkannya…” si emak menjelaskan.

“Tambah berat dung beban guru ya mak? Berarti dia harus memiliki kecerdasan yang mewakili tiap individu yang berbeda…ckk…ck..ck..salut buat guru…” Terkagum-kagum si anak mendengar penjelasan emaknya.

“Makanya, buat kamu yang otaknya sedikit, jangan jadi guru. Mending kamu cari kerjaan lain. Lagi pula jadi guru gajinya kecil, tapi tuntutannya besar. Tapi anehnya, bangsa manusia tau itu, tapi mereka seolah tak mau tahu…dah gih, mandi sono…badan kamu bau..” Kata emak menutup pembicaraan.

copy-paste by mr suyadi atb manps from:
http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/20/silabus-rpp-ktsp-sma-ma

Cinta Seekor Bangau Tak Terhalang Oleh Jarak

ZAGREB, KOMPAS.com — Cinta sejati yang sering dilambangkan pasangan bangau ternyata bukan isapan jempol. Surat kabar Jutarnji List di Kroasia melaporkan cerita seekor bangau jantan yang rela bolak-balik terbang dari Afrika Selatan ke Kroasia setiap tahun sebagai bukti bahwa jarak bukan penghalang untuk setia kepada pasangannya.

Setiap tahun, bangau jantan yang diberi nama Rodan itu terbang untuk menempuh jarak ribuan kilometer untuk pulang dan menemui pasangannya yang cacat di satu desa di Kroasia. Ini adalah tahun kelima berturut-turut bangau tersebut melakukan perjalanan luar biasa itu dengan menempuh jarak 13.000 kilometer dari Afrika Selatan ke Desa Brodski Varos di bagian timur Kroasia.

“Tahun ini ia datang agak lebih awal,” kata Stjepan Vokic yang merawat bangau betina yang diberi nama Malena. Ia mengatakan, bangau betina itu tak dapat terbang sejak beberapa pemburu menembak sayapnya. Vokic mengatakan, saat tiba Rodan kelihatan agak kelelahan.

Pasangan bangau tersebut telah memiliki beberapa anak. Setiap tahun, Rodan datang untuk mengajarkan terbang anak-anak mereka karena Malena tak dapat melakukannya. Tahun ini diperkirakan takkan berbeda. Pada Agustus, Rodan dan anaknya yang beranjak dewasa mulai mempersiapkan perjalanan jauh mereka menuju musim dingin di Afrika Selatan. Sementara Malena tetap tinggal di Brodski Varos sampai kembalinya pasangannya pada musim semi.

Copy-paste by mr. suyadi atb manps from:
http://internasional.kompas.com/read/2010/03/26/09182774/Cinta.Sejati.Seekor.Bangau.Pun.Tak.Terhalang.Jarak

Etiket Menggunakan Ponsel

Etiket Menggunakan PonselLondon (ANTARA News) – Teknologi modern tak hanya menyediakan telepon seluler (ponsel) dan kemudahan berkomunikasi secara cepat, tetapi juga menciptakan banyak cara untuk mengganggu atau menyinggung orang lain.

Ponsel menjadi unsur penting dalam kehidupan kita baik untuk pribadi maupun pekerjaan. Tetapi, kita juga harus memiliki etiket dalam menggunakannya.

“Etiket menggunakan ponsel yang baik memerlukan sedikit usaha atau pikiran. Ini mengenai kesadaran kita atas sekeliling kita dan orang lain.” kata pakar etiket Jo Bryant. Dia bekerja untuk Debrett’s, perusahaan Inggris yang bergerak di bidang etiket gaya hidup.

Atur telepon anda
Jika anda malu oleh dering atau nada peringatan di beberapa situasi (misalnya, di kereta, di kantor) itu hampir pasti karena pilihan anda salah. Atur volume nada dering anda supaya tidak mengganggu orang lain.

Nonaktifkan telepon anda, atau aktifkan fitur getar ketika Anda pergi ke pertemuan, teater, bioskop dan sebagainya.

Bijaksanalah
Ponsel Anda bukan megafon, jadi jangan seperti orang berteriak.Sadarlah pada sekeliling anda dan cobalah untuk tidak menggunakan telepon anda di situasi ketika mungkin percakapan Anda mengganggu orang lain.

Sadarlah bahwa suara anda akan mengganggu kereta api yang tenang dengan penumpang yang sedang membaca koran. Suara anda juga mungkin mengganggu penumpang pada bus yang penuh sesak.

Percakapan intim tidak pantas dilakukan didepan orang lain. Jangan menggunakan bahasa kotor, atau berbicara tentang uang, seks atau fungsi tubuh didepan oran-orang. Coba dan hargai diri anda sendiri, dan privasi orang lain. Jangan menggunakan ponsel di tempat ibadah, galeri seni, perpustakaan, rumah sakit. Hormati aturan yang berlaku.

Dua teman bicara
Manusia pantas mendapat lebih banyak perhatian daripada alat, jadi sebisa mungkin matikan telepon anda saat sedang berkumpul bersama orang-orang.

Jangan meletakkan ponsel Anda di meja makan, atau meliriknya saat sedang terlibat percakapan. Jika anda sedang menunggu panggilan penting sementara anda sedang bertemu seseorang, jelaskan di awal bahwa anda harus menerima telepon, dan minta maaf sebelum menjawab telepon.

Saat berada di pesta atau pertemuan sosial, minta permisi dan carilah tempat pribadi untuk membuat atau menerima panggilan. Dan jangan mengirim atau membaca pesan (short message service/SMS) kecuali
mendesak.

Juga, jangan melakukan panggilan ponsel saat bertransaksi bisnis lain misalnya di bank,
toko-toko, di bus atau di tempat lainnya. Anda telah menyinggung jika tidak memperhatikan secara penuh terhadap orang yang sedang melayani anda.

Prioritas dan Tujuan
SMS ideal untuk menyampaikan pesan yang pendek dan cepat. Jangan menggunakannya untuk menberikan informasi penting atau yang memerlukan penjelasan panjang.

Jika Anda harus membatalkan janji, selalu minta maaf melalui panggilan telepon daripada mengirim SMS. Permintaan maaf akan lebih baik diterima dengan cara ini.

Anda juga tidak perlu menggunakan bahasa SMS yang disingkat dan membingungkan. Gunakan tata bahasa, ejaan dan tanda baca yang umum supaya mudah dipahami. Kalau si penerima adalah seseorang yang sudah kenal, tak perlu salam dan permisi.

Surat tulisan tangan untuk berterima kasih jangan anda ganti dengan SMS. Jangan pernah mengakhiri hubungan melalui SMS. Pesan belasungkawa yang dikirim melalui SMS adalah sangat ceroboh dan tak sensitif, malas serta menghina.(ENY/A038)

Copy-paste by mr. suyadi atb manpss from:
http://www.antara.co.id/berita/1269265720/etiket-menggunakan-ponsel

Software gratis pembuat TTS (Teka-Teki Silang)

TTS / Crossword Mengisi TTS (Teka-Teki Silang/Crossword) kadang memang menyenangkan, selain juga bisa bermanfaat sebagai media pembelajaran mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Jika dulu membuat TTS masih manual dan cukup lama agar penyusunan katanya tepat, maka dengan kemajuan teknologi, saat ini membuat TTS terasa begitu mudah dan menyenangkan.

Salah satunya dengan aplikasi EclipseCrossword, yang merupakan software pembuat TTS (Crossword) dan bisa diperoleh (download) secara gratis. Meskipun gratis, fasilitas yang diberikan cukup banyak, baik bagi kita yang dirumah sampai bagi para pemilik website/blog.

Untuk membuat TTS, tinggal mengikuti langkah-langkah yang ditunjukkan. Kita tinggal mengisikan daftar kata-kata (Word) yang akan tampil dan Pertanyaan untuk kata tersebut (Clue). Setelah selesai, maka hasilnya dapat di cetak, atau di tampilkan di web kita secara interaktif, sehingga user bisa langsung mencoba dan mengisi TTS yang kita buat.

Fasilitas yang disertakan EclipseCrossword adalah:

  • Menyimpan dan membuka kembali project yang telah dibuat
  • Mencetak (print) hasilnya dengan berbagai opsi
  • Menyimpan sebagai halaman web, baik interaktif (user bisa langsung mengisi) atau tidak
  • Menerbitkan hasilnya dalam format RTF, Windows Meta File (WMF), Postscript (EPS) atau dalam format text untuk di export ke software lainnya

Untuk mencoba langsung, saya telah membuat TTS sederhana tentang Hardware (perangkat keras) komputer dengan software ini dan langsung bisa dicoba DISINI (silahkan dibuka atau disimpan yang bisa langsung dijalankan di rumah, tanpa online )

Download
Alamat Website : http://www.eclipsecrossword.com/
Agar lebih mudah, lebih baik download file installernya langsung dari link berikut :
http://www.eclipsecrossword.com/download/Install%20EclipseCrossword.msi (513 KB)

Copy-paste by mr. suyadi atb manps from:
http://fikalestari.wordpress.com/2009/02/16/software-pembuatan-tts

Saat Kejujuran Dipertanyakan

Kejujuran adalah sebuah fenomena, sebagaimana UAN (Ujian Akhir Nasioanal) adalah sebuah fenomena. Keduanya adalah fenomena yang unik. Karena di suatu sisi, UAN dengan segala polemik yang terjadi di dalamnya, tetap disahkan oleh pemerintah Indonesia sebagai suatu tolak ukur kecerdasan intelektual siswa. Sedang kejujuran, di satu sisi dibela, sedangkan di sisi yang lain diinjak-injak.

Inilah fenomena yang dapat kita saksikan sekarang. Saat ujian nasional yang mestinya dijadikan sebagai ajang evaluasi kemampuan siswa setelah mengecap pendidikan sepanjang hitungan tahun, justru menjadi arena pertunjukan pendidikan Indonesia yang menggelikan sekaligus mengiris. Mulai dari kasus bocornya soal, pencurian soal oleh kepala sekolah, hingga kunci jawaban yang beredar di kalangan peserta ujian. Ironisnya, perbuatan yang sudah jelas salah itu bukannya dihentikan malahan sebagian besar pihak yang memiliki otoritas dalam masalah ini memilih bersikap apatis, atau bahkan mendukung, meskipun tidak secara terang-terangan.

Lebih tragisnya lagi, pihak yang menentang atau mencoba jujur dan bersikap murni dalam pelaksanaan UAN ini justru dianggap sok bersih, diejek, dan dijadikan cemoohan. Akibatnya, siswa yang jujur justru yang paling banyak mengalami tekanan. Sedangkan pihak-pihak yang berbuat curang justru melenggang santai dengan dukungan dari banyak pihak; pengawas, kepala sekolah, guru-guru, bahkan orangtuanya sendiri. Lantas dimanakah yang dinamakan kebenaran? Apakah kebohongan dan kepalsuan lebih layak didukung dari pada kejujuran dan sikap bersih?

Sangat disayangkan, sekolah yang harusnya menjadi dasar pembentukan moral dan budi pekerti yang baik, justru menjadi salah satu pionir kerusakan moral. Di satu sisi guru mengajarkan kejujuran dan menyuruh siswa menjauhi segala bentuk kejahatan seperti mencuri, berdusta, dan korupsi dalam pelajaran PPKn, agama, ataupun dalam wacana sehari-hari. Namun saat pelaksanaan UAN ini berlangsung, guru malah dengan santainya menganjurkan siswa mencontek, membagi kunci jawaban, dan mencari bocoran soal dengan segala cara. Padahal, bukankah dengan mencontek berarti siswa sudah melakukan satu kebohongan? Ia mengklaim bahwa hasil yang tertera di kunci jawaban itu adalah miliknya sendiri, padahal sepatutnya nilai itu dibagi dua dengan teman di sebelahnya. Bukankah dengan mencari bocoran soal sebenarnya ia telah melakukan pencurian rahasia negara? Apakah mencontek dan mendapatkan bocoran bukan merupakan salah satu bentuk korupsi?

Memang ini sebuah polemik. Di satu sisi pemerintah ingin mencetak generasi-generasi cerdas yang mempu menembus standar kelulusan. Namun di sisi yang lain, tanpa sadar pemerintah telah mencetak siswa-siswa yang memiliki jiwa kerdil; jiwa koruptor, jiwa pengecut, dan jiwa maling kelas teri. Pemerintah terus maju dengan menaikkan standar kelulusan dari tahun ke tahun, tanpa menyempatkan diri melakukan evaluasi; siapkah siswa untuk menembusnya, sedang fasilitas dan SDM guru yang tersedia sangat minim? Apa sajakah efek dari tekanan standar kompetensi ini terhadap psikologi siswa? Dan apakah kenaikan standar kompetensi ini benar-benar efektif dalam memacu pendidikan Indonesia?

Sayangnya, pemerintah kita tidak berpikir sejauh itu. Pemerintah Indonesia hanya ingin mengejar nama besar di mata dunia Internasional. Yah, nama besar yang ditunjukkan dari standar kelulusan. Bayangkan saja, jika dilihat dari skala internasional pendidikan Indonesia pun sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan, di tahun 2003 Indonesia menduduki rangking 106 tingkat pendidikan dunia setelah Vietnam. Hal ini merupakan hal yang sangat memalukan karena negara yang selalu dirundung konflik seperti Vietnam mampu menyaingi kita.

Akhirnya pemerintah berbuat nekat. Maju untuk menyaingi negara-negara lain walau tanpa data lapangan yang valid dengan menetapkan standar kelulusan di atas kemampuan anak didik. Maju walau banyak siswa yang depresi, membakar sekolah, bahkan sampai bunuh diri gara-gara tidak lulus ujian nasional. Pemerintah ingin terus maju. Ibarat orang balapan kuda. Ia naik kuda yang sudah tua, kelaparan, dan sakit. Ia berharap dapat jadi juara dengan mencambuk kudanya agar terus lari sekencang-kencangnya. Tapi apa yang ia dapat? Kudanya malah mati. Dan ia tidak pernah sampai ke garis finish, apalagi jadi juara. Dan inilah yang akan terjadi jika pemerintah terus memaksakan ‘kudanya’ berlari tanpa persiapan yang memadai.

Memang kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Pemerintahan Indonesia dituntut oleh pihak internasional untuk meningkatkan standar pendidikan secara tidak langsung. Kemudian pemerintahan pusat menuntut pemerintahan daerah, pemerintah daerah menuntut setiap sekolah, dan setiap sekolah menuntut para siswanya untuk bisa maju dengan standar pendidikan yang telah ditetapkan tersebut. Pada akhirnya, pihak-pihak yang terkait tersebut kelabakan dan menggunakan segala cara agar standar itu bisa terpenuhi.

Yang menyedihkan, cara-cara yang ditempuh tidaklah sepenuhnya bersih. Memang, pemerintah telah mensubsidi dana untuk pendidikan yang jumlahnya tidak sedikit. Akan tetapi, masih ada saja pihak-pihak yang mengkorupsi dana tersebut sehingga sarana dan prasarana sekolah tidak pernah memadai. Kemudian dari segi pendidik alias guru. Para cek gu itu memang setiap hari mengajar, tetapi apakah semuanya mengajar dengan sepenuh hati sehingga para anak didiknya bisa menerima segala yang diajarkannya? Tidak. hanya segelintir guru yang demikian. Sedangkan yang lain hanya mengejar kurikulum yang telah ditargetkan, setelah selesai, selesai pula urusan mereka dan kalau ujian nasional tiba maka mereka akan memberikan jawaban cuma-cuma kepada siswa. Kalau siswa banyak yang lulus ujian, itu akan membuktikan kualitas mereka. Selanjutnya dari segi siswa, mereka dengan seenaknya menjadikan siswa yang lain yang lebih pandai sebagai gacok untuk membantu mereka dalam menempuh ujian. Sangat sedikit di antara mereka yang mau berlaku jujur.

Sekarang, dimanakah kejujuran itu akan kita dapatkan? Setelah tempat yang mengajarkan kejujuran itu tidak lagi berlaku jujur? Apakah ini bertanda semakin muramnya masa depan Indonesia, karena apa yang dilakukan oleh generasinya saat ini sangatlah memalkan bangsa. Mahatma Gandhi pernah berkata “ the future depends on what we do in the present”. Oleh karena itu, marilah kita merubah semua tatanan pendidikan kita yang tidak baik menjadi baik untuk masa depan negara tercinta ini.

copy-paste by mr. suyadi atb manps from:
http://liza-fathia.com/2007/06/ketika-kejujuran-dipertanyakan.html